Menjauh dari perkara subhat
Assalamualaikum..Wr..Wb.
Sobaah'ul Khoir..
KEUTAMAAN MENJAUHKAN DIRI DR PERKARA2 YG SYUBHAT ( MERAGUKAN ) AGAR TIDAK TERJATUH DLM PERKARA YG HARAM..
Rosululloh SAW bersabda..
" Al halalu bayyinun..al haraamu bayyinun..wa bainahuma musy'tasyabihat "
( Artinya..Perkara2 yg halal itu jelas..yg harampun jelas tapi diantara keduanya ada perkara2 yg syubhat ( remeng2 nggak jelas antara halal aharamnya..di wilayah grey area.wilayah abu2 ) yg tidak diketahui oleh kebanyakab manusia..
Maka brg siapa bisa mrnjauhkan diri dr hal2/perkara2 yg syubhat berarti dia telah menjaga kehormatan dirinya ( bisa menjaga iffah atau izzah ) yakni kehormatab dab harga dirinya serta bisa menjaga agamanya "
( Hr.Muslim..Ht.Bukhari..Hr.Ahmad )
Rosululloh SAW .memberikan suatu Ibarat atau perumpamaan thd perkara syubhat ini..
Yakni ibarat seorang pengembala ternak..yg mengembalakan ternaknya di dekat daerah tanah larangan milik raja..
Apabila pengembala lengah..tidak bisa mengawasi ternaknya.yg masuk ke daerah tanah larangan milik raja..maka berarti bencana bagi pengembala itu.
Artinya.apabilankita berani masuk atau menikmati perkara2 yg syubhat itu..maka kita akan jatuh ke dlm perkara2 yh haram
( Hr.Muslim ..Hr.Ahmad )
PERKARA2 YG MERAGUKAN ( SYUBHAT ) HAMPIR ADA DI SEMUA URUSAN..
misalkan dlm urusan mencari Harta/ mengais rejeki...dlm perkara interaksi antar manusia ( Urusan Dunia ) juga
Dlm urusan agama..dlm penafsiran Al-aqur'an dan Al-Hadits dll.
1. Dalam perkara mengais rejeki atau mencari makan..atau mencari harta..
Sangat perlu juga menghindari perkara2 yg syubhat..
Sehingga jangan mengambil/memakan harta atau apapun yg nggak jelas sumbernya..nggak jelas ke-halal- annya.nggak jelas hak2 nya siapa.dst.dst..
2. Dalam perkara2 Agama misalkan dlm perkara2 hukum Fiqih dan takwil ayat Al-Qur'an pun. Perkara yg kurang jelas..
Seperti yg difirmankan Alloh di Surat Ali-Imron ayat 7
" Huwalladzii anzala alaikal kitaaba minhu..aayaatun muhkammatin hunna ummul kitaab..wa ukhoru mutsyabihat .dst.dst "
( Artinya..Allohlah yg menurunkan kitab.Al-Qur'an kpdmu .diantaranya ada ayat2 yg muhkamat ( Terang, Jelas dan mudah dimengerti sekalipunnolehborang awam )..itulah pokok2 grs.besar Ayat2 Al-Qur'an..dan yg lain adalah ayat2 mutasyabihat yg tidak diketahui atau tidak dimengerti oleh semua orang takwilnya )
Begitu juga dalan perkara memahami Hadits2 Rosululloh SAW.
APA YG HRS KITA LAKUKAN DALAM MENHADAPI PERKARA2 YG SYUBHAT ??
1. Sesuai petunjuk Alloh di Surat Al-Ambiya ayat 7 dan An-Nahl 43..
" Fas'alu ahladz dzikkri inkuntum laa ta'lamuun"
( MAKA BERTANYALAH KPD AHLI DZIKKIR APABILA KAMU TIDAK MENGETAHUI ATAU TIDAK PAHAM ILMUNYA )
Yg dimaksud dg Ahli Dzikir adalah orang2 yg berilmu dan alim yg sangat paham/fakih dln agama
( Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Kurthubi )
Jadi jangan ditafsirkan sendiri menurut syahwhatnya sendiri !!
knp nggak boleh ditafsirkan sendiri ??
Yaa ada larangan dr Alloh SWT sbb
" Wa laa taghfu maa laisa bihi ilmuun ..innas sama'a wal bashoro wal fu-aada..kullu....ulaaika an'hu mas'uula "
( Artinya..Dan janganlah kau turuti/ikuti apa2 yg km tidak paham ilmunya..
Krn sesungguhnya pendengaran..penglihatan dan hati ..semuanya akan dimintai pertanggungan jawab oleh Alloh )
( Al-Israa 36 )
2. Menurut Rosululloh SAW..
Ada cara lain selain bertanya kpd para ahlinya yakni..
a. Mintalah fatwa/ nasehat kpd hati nuranimu sendiri..
Krn yg namanya kebaikan itu adalah ketentraman jiwa atau yg menenangkan hati..sedangkan perbuatan dosa itu yg menggelisahkan hatimu fan menkmbulkan keragu2an dlm bathin serta tidak ingin diketahui oleh orang lain..
( Hr.Ad-Darimi )
b. Tanyakan kpd firasat kaum mukmin..krn kebanyakan benar adanya
( Ibnu Hibban )
c. Bisa dg cara melakukan Sholat Istiqaroh..
Untuk menentukan pilihan yg baik dan benar..
Adapun sikap yg seharusnya kita dlm meresponse dalil2 HADITS..
Menurut Rosululloh SAW adalah..
" Jika mendengar atau membaca suatu hadits dariku..kemudian hati kalian merasa itu pantas..dan perasaan kalian jadi lembut karenanya..dan kalian merasa lebih dekat dgnnya maka aku lebih pantas dekat dgn kalian..
Sebaliknya jika kalian mendengar atau membaca suatu hadits lalu hati kalian merasa ada ganjalan/ kurang sreg..dan perasaan kalian menolak dan kalian rasa jauuh dr ucapanku maka aku lebih jauh lagi dr hadits itu dr pd kalian"
( Hr.Ahmad.no.16.002..Ibnu Hibban No.5192 shahih )
Semoga bermanfaat..Aamiin..
Copy
Pakde a salik
Komentar
Posting Komentar